SALATIGA |KoranJATENG.online— Organisasi Becike Seduluran Saklawase (BSS) Salatiga yang telah eksis selama belasan tahun, mulai merintis pembentukan kepengurusan di empat kecamatan di Kota Salatiga.
Hal tersebut disampaikan Ketua BSS Salatiga, Sutrisno Supriyantoro, dalam kegiatan silaturahmi dan temu kangen halal bihalal yang digelar di Griya Dahar depan TWRS Domas Salatiga, Rabu (8/4/2026).
“Ke depan kami akan membentuk kepengurusan BSS di empat kecamatan untuk menyatukan kembali seluruh anggota. AD/ART juga segera disusun, dan kami tegaskan tidak ada agenda politik di dalam BSS,” ujar Sutrisno.
Ia menjelaskan, BSS merupakan wadah yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama hingga tokoh politik. Meski demikian, organisasi ini tetap menjaga independensi dan tidak berpihak pada kepentingan politik tertentu.
“Memang ada anggota yang berkiprah di dunia politik, tetapi BSS bukan organisasi partisan. Kami berkumpul untuk menjalin paseduluran atau seduluran saklawase,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota
juga diberikan ruang untuk menyampaikan saran dan masukan guna menjaga marwah organisasi serta memperkuat soliditas antaranggota yang tersebar di berbagai wilayah.
Dukungan terhadap rencana pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan juga disampaikan tokoh masyarakat Jagalan, Supriyono (42).
“Kami sangat mendukung pembentukan BSS di setiap kecamatan. Ini langkah positif untuk memperkuat seduluran, dan kami siap mendukung penuh,” katanya.
Dengan langkah ini, BSS Salatiga diharapkan semakin solid sebagai wadah pemersatu masyarakat lintas elemen, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang telah terbangun selama ini.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih tajam (gaya headline klik) atau versi feature yang lebih humanis.
Fujiyono.C

