Ungaran | Langkah awal pembangunan Kabupaten Semarang tahun 2025 dimulai dari wilayah pegunungan. Di Dusun Ngroto, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Rabu (28/1/2026), Pemerintah Kabupaten Semarang meresmikan sejumlah proyek fisik yang akan digarap sepanjang tahun ini.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha secara simbolis menandatangani sembilan prasasti proyek pembangunan daerah. Peresmian tersebut menandai dimulainya agenda pembangunan infrastruktur yang difokuskan pada perbaikan akses dan layanan dasar masyarakat.
Momentum itu juga dimanfaatkan untuk meresmikan kembali jembatan penghubung Dusun Ngroto dan Dusun Macanan. Jembatan tersebut sempat rusak akibat banjir bandang pada 2024 dan menyebabkan terputusnya jalur penghubung antarwilayah. Pemotongan untaian bunga melati menjadi penanda dibukanya kembali akses vital bagi aktivitas warga.
Dalam sambutannya, Ngesti menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. “Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Saya juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mendata seluruh jalan rusak yang menjadi kewenangan kabupaten,” ujarnya.
Menurut dia, perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah pada awal 2026. Target penyelesaian dipasang sebelum Lebaran untuk menunjang kelancaran mobilitas masyarakat, terutama pada masa arus mudik dan balik. “Harapannya, pada bulan puasa seluruh perbaikan jalan sudah selesai,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Semarang berharap percepatan pembangunan infrastruktur tersebut dapat memperkuat konektivitas wilayah, khususnya di kawasan yang terdampak bencana, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.



